Tugas selanjutnya di Komunitas Menulis Online (KMO) Batch 5 ini semakin menantang dan menarik. Kali ini kami ditugaskan membuat tulisan sebanyak 3 halaman (1000 kata) di lembar word sesuai dengan ide, mind map dan outline bab pada buku yang akan direncanakan. Pada tugas ini kami diminta setia dengan outline yang sudah direncanakan. Sehingga, saya pun akan memulai dengan Bab Pengantar dari outline yang saya buat. Pada Bab pengantar ini saya fokus kepada alasan saya mengambil ide, fenomena BaPer dan MaGer yang sedang marak terjadi, data statistik yang dilakukan sendiri dan konsep mengenai aspek yang dipengaruhi oleh para BaPer dan MaGer. Sekilas terasa lucu juga membahas BaPer dan MaGer ini, karena merupakan bahasa Gaul yang sering dijadikan bahan bicara maupun candaan masyarakat saat ini.
Pada tugas ini, buku yang akan saya tulis diambil dari ide yaitu motivasi untuk bergerak dengan judul “ BaPer Vs MaGer (Bawa Perubahan versus Malas Gerak)”. Ide ini muncul dikarenakan fenomena yang terjadi di masyarakat terutama mahasiswa. Istilah Malas Gerak yang nama kerennya “MaGer” menjadi ngetrend sekarang dikarenakan maraknya orang-orang yang apatis dengan kehidupannya. seringkali virus MaGer ini menganggu aktivitas seseorang sehingga menjadi tidak produktif. Maraknya pengangguran, remaja tawuran, para mahasiswa yang sibuk dengan dunianya, para gamers, para orang tua dengan segudang komplikasi penyakit, itu semua terjadi dikarenakan Malas Bergerak alias MaGer. Oleh karena itu kita perlu sifat “BaPer” yaitu Bawa Perubahan bukan Bawa Perasaan (Melankolis nanti jadinya). Kenapa harus BaPer? Karena setiap orang wajib jadi Agent of Change minimal untuk dirinya sendiri. Seperti kata pepatah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan Hari esok harus lebih baik dari hari ini” yang berarti kita harus selalu dinamis not statis dalam kehidupan, sehingga hidup kita akan lebih berwarna, Terwarnai dan Mewarnai.
Fenomena BaPer dan MaGer di kehidupan saat ini
Kehidupan saat ini kebanyakan setiap orang memiliki targetan hidup masing-masing. Ada yang memiliki targetan hidup yang luar biasa sehingga aktifitas yang dilakukannya semua merujuk kepada target yang sudah direncanakan. Beda halnya dengan seseorang yang tidak menargetkan apapun didalam kehidupannya, seseorang tersebut cenderung akan beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya, tidak berpatok kepada target karena jelas seseorang itu tidak membuat tujuan untuk hidupnya. Coba kita bandingkan, kita sedang di posisi manakah? Seseorang yang punya target atau tidak punya target.
Fenomenanya saat ini kebanyakan seseorang lebih beraktifitas sesuai dengan keinginannya tanpa memperhitungkan kebermanfaat aktifitas itu untuk hidupnya. Seringkali seseorang yang tidak punya target biasanya akan menjadi apatis dengan kehidupan sekitarnya alias punya kehidupan sendiri, bergerak statis, lebih cepat menyerah, banyak melamun dan terserang virus “MaGer”. Cukup bahaya kalau dibiarkan terlalu lama, makanya dengan adanya tulisan ini minimal bisa memotivasi seseorang yang sedang dilanda “MaGer” dapat segera Move On dan menjadi seseorang yang “BaPer”. Fenomena masyarakat ini termasuk saya sendiri juga menyadari bahwa “MaGer” ini akan bahaya kalau dibiarkan begitu saja. Jadi butuh pahlawan yang bisa membantu untuk Move On. Inilah tugas orang-orang yang BaPer-nya lebih dominan daripada MaGer. Membantu untuk bisa Move On.
Fitrahnya rasa malas memang ada pada setiap diri seseorang, sudah dijelaskan di Al-Qur’an dikatakan bahwa manusia itu fitrahnya lemah (Q.S An Nisa: 28), Bodoh (Q.S. Al Ahzab:72), fakir (Q.S Al Fath: 15) dan lupa. Jadi malas itu kadang muncul dengan beberapa alasan misalnya karena kita tidak menyukai aktifitas itu atau sesuatu hal, merasa tidak penting atau berguna atau memang malas untuk melakukan apapun. Namun malas ini tidak boleh kita biarkan terlalu lama karena akan berakibat buruk untuk kehidupan. Seperti itulah hakikatnya manusia walaupun memiliki fitrah seperti yang sudah saya sebutkan, namun ada beberapa hakikat lain yang bisa meningkatkan motivasi kita untuk menjadi BaPer. Manusia merupakan makhluk yang dimuliakan Allah (Q.S As Sajdah: 9), memiliki keistimewaan (Q.S Al Isra: 70), makhluk yang dibebankan tugas (Q.S Ad Dzariyat: 56), bebas memilih (Q.S Al Balad: 10) dan makhluk yang mendapatkan balasan atas amalannya (Q.S Al Isra’: 36). Jadi mau MaGer terus, No lah. . Banyak amanah dari Allah yang mengharuskan kita untuk “BaPer” alias Bawa Perubahan.
Data Statistik BaPer dan MaGer
Menurut data Badan Pusat Statistik perkiraan penduduk Indonesia pada tahun 2016 saat ini lebih kurang 258 704 986 jiwa dengan tiga tingkatan usia 0-14 tahun, 15-64 dan 65 tahun keatas. Didapatkan data bahwa pada tahun 2014, dari 183 juta penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) sekitar 121,9 juta orang diantaranya aktif dalam perekonomian. Dari 121,9 juta angkatan kerja tersebut sekitar 7,2 juta orang diantaranya masih dalam posisi menganggur (belum tertampung oleh pasar kerja) (BPS, Diolah dari Sakernas Agustus 2011-2014).
Berdasarkan data statistik diatas jumlah penduduk indonesia sangat luar biasa, bayangkan dari 183 juta orang terdapat 121,9 juta orang yang produktif, sedangkan 61,1 juta orang belum mengetahui masuk ke kategori yang mana (dikhawatirkan terkena Virus MaGer). Bahaya sekali apabila 61,1 juta orang ini terkena virus MaGer, jumlah yang sangat banyak. Virus MaGer ini memiliki kesamaan dengan virus Influenza yaitu sama-sama menular, seseorang yang MaGer akan bisa menularkan virus MaGernya ke teman-teman terdekatnya. Bayangkan saja 1 orang MaGer mempunyai sahabat 10 orang, resiko kesepuluh temannya akan terkena MaGer juga. Jadi sedih membayangkannya. Oleh karena itu kita membutuhkan banyak teman-teman BaPer menyebarkan virusnya juga. Contoh yang kita lihat saat ini yaitu pengangguran yang semakin banyak, padahal peluang kerja banyak sekali dibuka, namun dikarenakan kurangnya motivasi alias MaGer jadi peluang tersebut terlihat sulit untuk didapatkan.
Banyaknya tingkat pengangguran di usia muda sangat membuat resah banyak kalangan, terutama pada mahasiswa ataupun fresh graduate yang tidak mempunyai jaringan atau sosial dengan peluang kerja yang mungkin diraih. Bersikap apatis terhadap sekitar merupakan jalan yang kurang tepat untuk menjadi seseorang yang BaPer. Ingat, Apatis adalah sifatnya para MaGer, jadi harus dihindari. Para BaPer memiliki koneksi yang bagus dalam hal apapun, sehingga kemampuannya akan terus berkembang alias produktif. Pastikan dirimu Para BaPer yang sesungguhnya ya, Mari Taklukkan Virus Mager ini.
Konsep HEAL
Heal your Self !!
Sembuhkan dirimu. Sembuhkan dirimu dari virus MaGer dengan virus BaPer.
Konsep penyembuhan ini saya buat karena sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dalam konsep HEAL ini terdapat 4 aspek yang mewarnai dan terwarnai oleh BaPer dan MaGer. Penasaran ??
H : Health (Kesehatan)
E : Education (Pendidikan)
A : Activity (Aktifitas)
L : Language (Bahasa)
Dari keempat aspek ini akan menjelaskan bagaimana virus BaPer dan MaGer bisa mempengaruhinya, sehingga kita dapat membandingkan efektifitas kedua Virus ini didalam kehidupan kita. Mau tahu lebih lanjut, tunggu di tulisan selanjutnya ya.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya readers, masih banyak perlu perbaikan dan pembelajaran. Mohon do’anya bisa Bawa Perubahan alias “BaPer” untuk Indonesia . Amin.
Yuks sebarkan Virus BaPer....
No MaGer

asseekkk...
BalasHapusmantap aliii tulisannya...
punya adek belom siap lagiii..
T_T
keren idenya unik.nulis ya kelarkan sampai terbit bukunya. Kereeeen . semangat menulis
BalasHapusmakasi mba erna, mohon do'anya supaya bisa bermanfaat tulisannya. tentunya dengan arahan tim KMO. :)
BalasHapuspenasaran sama konsep Heal mu itu neng, lanjutin yakk. Ganbatte ekaa san!!
BalasHapuseka.... pesona fakta.. waduh aku belum lagi siap :(
BalasHapus