Pertengahan Juni 2017, aku mendapat kabar bahwa ada dibuka Nusantara Sehat Individual. Akupun menyiapkan segala hal untuk berkas, sampai harus bolak balik nge scan dan sebagainya.
Pendaftaran dibuka tanggal 20 juni sampai 10 juli 2017.
Aku nyiapin bener2 matang, karena Nusantara sebelumnya dibulan januari aku gg bisa ikut, karena gg ada bpjs n npwp.
Selama dari itulah, aku nyiapin semuanya bpjs, npwp. Dan sampai ada info NS buka lagi, akupun girang karena semua kebutuhan berkas uda ada.
Sambilan aku kerja di klinik, akupun menlist apa aja yang dibutuhkan untuk berkas Nusantara sehat.
Sebenarnya pada beberapa Bulan sebelumnya aku juga berminat dengan salah satu program pemerintah. Tapi lagi ada peluang, maka akupun usaha maksimal.
Setelah idul Fitri, tanggal 28 juni akupun online untuk Nusantara Sehat individual, namun cuman sampai step 2, karena ada beberapa berkas yang baru tau diperlukan pas buka stepnya.
Akhirnya tanggal 1 juli aku baru bisa mengisi formulir online dari Ns individu, banyak step yang harus diisi dan dilalui.
Aku mengisi selengkap2'a dan sebaik2'a, sertifikat, pelatihan kusiapkan dengan baik. Kira2 ada sekitar 4 jam aku mengerjakan formulir online itu. 😥
Berat , aku akui, kalau bukan karena azzam, nyerah pasti.
Pas lagi di step terakhir, lagi buat essay, subhanallah laptop tetiba mati, karena lupa di charge, akhirnya Buru2 di charge, hati uda panik karena essaynya ke save atau nggak. Karena mikirin nulis essay aja itu udah bikin puyeng luar biasa.
Bismillah, buka lagi laptopnya, dan Alhamdulillah essaynya masih ada. Tenang hati dan jiwa, lanjut lagi sampai semua udah terisi, semua berkas uda terupload dan akhirnya berkas semua sudah selesai didaftarkan.. Lega dan yakin. 4,5 jam untuk mendaftar aja. Lelah, sangat. Berharap, pasti.
Berharap Rezeki akan datang untuk menguatkan.
Sambilan menunggu deadline pendaftaran habis dan pengumuman akupun menjadi orang yang sangat antusias membantu temen2 yang kesulitan mendaftar online NS individual. Ada yang telpon tengah malam, ada yang ngechat, ada yang 5 menit sekali nelpon. Banyak la. Akhirnya semua temen2 pada ready mendaftar online NS Individual.
Suatu hari setelah deadline berakhir, sekitar semingguan, rekan kerja di klinik ngabarin kalau pengumuman NS uda keluar. Aku segera masuk ke akun dan.....
Sesak rasanyaaa. Berkas yang uda ku prepare luar biasa, bolak balik scan, dan yakin dengan semua yang uda kutulis sampai kubaca berulang kali. Aku pun cek ulang. Tetap sama, tetap sama.
Pikiranku kacau, mataku memanas. Yaaa. Tumpah rasanya..
Tulisan di layar laptop itu membuat aku tak bisa berfikir jernih.
"maaf, anda belum berhasil. Ikuti lagi Nusantara Sehat berikutnya"
Yes, akhirnya berusaha nenangin diri. Berfikir jernih, Ada hikmah pasti. Tapi kok rasanya sakit ya.
Astagfirullah..
Alhamdulillah'a saat itu aku lagi ada kerjaan, jadi bisa lah dihalau pikirannya.
Banyak bad thinking di kepala sambilan ngerjain tugas. 😥😥😥😥
Aku hanya diam, dan sekali2 butiran jernih untuk jatuh secara tiba2.
Tak lama kemudian, temanku seorang dokter gigi menghubungi mau kerumah, dan akupun sangat senang. Sekitar 20 menitan temanku ini sampai kerumah, kusambut dengan pelukan hangat dan perasaan yang senang.
Aku tipikal yang suka cerita, akhirnya tanpa dimintapun kuluapkan semua yang aku alami dan pikirkan, tentu dengan butiran yang gg bisa berhenti.
Temenku ini menyimak dengan baik tanpa menyela, padahal kutau dia pasti lelah karena barusaja ada kegiatan dan kerumahku juga untuk beristirahat. Waaa. Kangen dokter gigi cantikku.
Setelah aku menceritakan semua, dia mengirimiku sebuah video Ustad Salim A Fillah. 😭😭😭😭😭 Masya Allah ukhti sayang, ini membuatku kembali kuat.
Dengan kata2 penguat dan pelukan hangat ukhtiku ini, hatiku mencair dari segala hal negatif yang aku pikirkan.
Berfikirlah, kenapa Allah gg lulusin NS..
Berfikirlah, kenapa disaat usahamu maksimal tapi gagal diakhir..
Berfikirlah, apakah rezeki hanya datang dari satu pintu
Berfikirlah, apa yang kamu rasakan setelah mengetahui kamu belum berhasil
Berfikirlah, ada hal Indah yang diselipkan disana..
Berfikirlah, betapa baiknya Allah tanpa kau sadari dibalik tangismu.
Berfikirlah, skenario dan pilihan terbaik adalah dari Allah.
Saat belum Rezeki, Berfikirlah..
Ada hikmah dan Pembelajaran besar untuk kita.
Husnuzan dengan semua skenario..
Husnuzan dengan semua prasangka.
Husnuzan la kepada Allah.
Yaaaa. Memang benar2 aku lama merenungi, sampai aku dimarahi murabbi dan teman2 ku karena tidak ikhlas tidak lulus Nusantara Sehat.
Namun aku akhirnya memahami, betapa Alhamdulillahnya, Allah menolongku dari kepanikan yang sering kualami.
Ujian tulis NS individual itu diadakan 1 hari dan 1 hari setelah ujian program pemerintah yang aku ikuti juga.
Allah sangat menyayangiku, Allah menguatkanku pikiranku untuk fokus ke program itu.
Masya Allah, Arigatou Gozaimasu Rabb ku.
Kadang ku terlambat memahami cara cintamu kepadaku.
Alhamdulillah aku memiliki banyak bidadari syurga yang selalu menjadi penguat, disaat egoku mulai mengambil alih.
Dan akupun berfikir.. Di setiap perjalananku... Baik itu berhasil atau tidak.
Ada belaian Cinta dari Rabb ku.
Untuk membuatku menjadi Insan terpilih.
Muslimah yang tak pernah berhenti berharaki.
Da'iyah yang Ners
Jakarta, 13 September 2017

0 komentar:
Posting Komentar